MENDENGARKAN DAN MELAKUKAN

Yakobus 1 : 22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman  dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

 

Saya membaca kisah tentang lelaki di kota New York yang meninggal di usia 63 tahun. Ia tak pernah bekerja. Ia menghabiskan seluruh hidupnya di perguruan tinggi. Ia meraih banyak gelar akademik, sehingga tampak seperti deretan alfabet di belakang namanya.

Mengapa ia menghabiskan seluruh hidupnya di perguruan tinggi? Ketika ia masih kanak-kanak, seorang famili dekatnya yang kaya raya meninggal dan menunjuknya sebagai ahli waris dalam surat wasiatnya. Di situ tertulis bahwa setiap tahun ia akan mendapatkan cukup uang untuk mendukung kebutuhannya selama ia bersekolah. Dan bantuan ini akan dihentikan bila ia menyelesaikan pendidikannya.

Lelaki ini memenuhi persyaratan surat wasiat itu. Tetapi dengan bersekolah dalam jangka waktu yang tidak terbatas, ia mengubah persyaratan teknis ini menjadi sumber pendapatan tetap. Itu adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh pemberi waris. Sayang, ia menghabiskan ribuan jam dengan mendengarkan para dosen dan membaca buku-buku tetapi tak pernah menerapkannya. Ilmunya semakin banyak, tetapi tak pernah dipraktikkan.

Hal ini mengingatkan saya akan apa yang dikatakan Yakobus, “Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja” (#/TB Yak 1:22*). Jika kita membaca Alkitab atau mendengarkan ajarannya tetapi tidak melakukannya, kita sama buruknya dengan lelaki yang menyandang sederetan gelar itu. Pendidikannya tidak memberikan keuntungan praktis bagi siapa pun.

 

Mendengarkan harus disertai dengan perbuatan — Richard De Haan

 

BUKA ALKITAB ANDA DENGAN PENUH DOA, BACA DENGAN SAKSAMA, TERAPKANLAH DENGAN PENUH SUKACITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *