TINGGAL DAN TAAT

Yakobus 1 : 22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

 

Seorang jemaat memberi tahu pendetanya bahwa ia akan pergi ke Kota Suci Yerusalem. Ia menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Gunung Sinai. “Begini,” ujarnya kepada sang pendeta, “saya berencana mendaki sampai ke puncak gunung itu, dan setelah tiba di sana saya akan membaca Sepuluh Perintah Allah keras-keras.”

Pria itu mengira perkataannya akan menyenangkan pendetanya. Jadi, ia terkejut saat mendengar tanggapan sang pendeta, “Tahukah Anda, saya dapat memikirkan suatu ide yang lebih baik dari itu.” Pria itu menyahut, “Benarkah, Pak Pendeta? Apakah itu?”

Pendeta itu menjawab tanpa tedeng aling-aling, “Daripada menempuh perjalanan beribu-ribu kilometer untuk membaca Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai, mengapa Anda tidak tinggal di rumah saja dan menaati sepuluh perintah tersebut?”

Allah tentu berharap kita membaca firman-Nya. Namun yang lebih penting, Dia ingin agar kita menaatinya. Oleh karena itu, saat membuka Alkitab setiap hari, seharusnya kita tidak hanya berdoa untuk mendapatkan penerangan supaya dapat memahaminya, tetapi juga kesediaan untuk menaatinya. Mendengar dan melakukan harus berjalan beriringan (#/TB Yak 1:22*).

Ketika Saulus mendengar Yesus berbicara kepadanya dalam perjalanan ke Damsyik, ia bertanya, “Tuhan, apa yang Kaukehendaki untuk aku perbuat?” (#/TB Kis 9:6*, Alkitab Versi King James). Sungguh pertanyaan bagus yang bisa kita ajukan setiap kali membaca Alkitab atau mendengarnya dibacakan.

Marilah kita menjadi “pelaku firman” — Richard De Haan

 

ROH ALLAH MEMAMPUKAN KITA UNTUK MENAATI FIRMAN ALLAH

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *