BEKERJA SUATU CANDU

Pengkotbah 2 : 10-11 “Aku tidak merintangi mataku dari apapun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apapun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku. Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.”

 

Seorang kawan menceritakan kepada saya bahwa ia merasa sangat dekat dengan Allah pada saat-saat tersibuknya. Ia menjelaskan bahwa ketika tuntutan begitu berat, saat itulah ia bersandar penuh pada kekuatan Tuhan. Ia menegaskan bahwa jika ia tidak meluangkan waktu untuk berdoa setiap hari, maka pekerjaannya hanya akan menjadi suatu pelarian belaka.

Banyak orang terlibat dalam aktivitas semata-mata demi aktivitas itu sendiri dan menggunakan kesibukan sebagai alat untuk menghindar dari kenyataan. Sebagaimana alkohol dapat mematikan kesadaran pada hubungan pribadi, kewajiban keluarga, dan tanggung jawab dalam masyarakat, pekerjaan juga dapat menjadi candu yang akan mematikan kepekaan kita terhadap masalah hidup yang lebih rumit.

Kira-kira 3.000 tahun yang lalu, penulis kitab Pengkhotbah menyadari hal ini. Ia mencari kepuasan dengan menyibukkan diri membangun rumah-rumah serta menanam kebun anggur. Namun ketika merenungkan pekerjaan yang telah dilakukannya, ia menyadari bahwa semuanya itu sia-sia belaka (ayat #/TB Pengkh 2:10,11*).

Kita dapat melakukan kesalahan yang sama, bahkan dalam nama Tuhan. Mungkinkah itu juga merupakan suatu alasan mengapa sebagian dari kita menjalankan aktivitas gereja dengan usaha sendiri, dan lupa bahwa kepenuhan hanya berasal dari hati yang dipenuhi oleh Allah? Apakah kita bekerja tanpa meluangkan waktu yang amat penting untuk beribadah dan merenung? Jika demikian, inilah saatnya kita menyembah Allah sebelum terperangkap dalam pekerjaan yang semata-mata demi pekerjaan itu sendiri — Mart De Haan

 

JANGAN PERNAH BEKERJA LEBIH KERAS  JIKA ANDA TIDAK BANYAK BERDOA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *