ALLAH YANG PEKA

Baca Keluaran 2:23-25

Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub (Keluaran 2:24)

Apakah Tuhan ada? Andaikata Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala ba­­­nyak bencana terjadi? Mengapa hidup ma­­nu­sia harus penuh dengan berbagai ke­malangan? Mengapa kesulitan tidak per­nah hengkang dari hidup ini? Demikianlah be­be­rapa pertanyaan mendasar yang dapat mun­cul di hati orang yang hidupnya te­ngah dirundung berbagai kesusahan. La­­lu, ba­gai­­mana menjelaskan hal ini ke­pa­­da­­­nya?

Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau ber­urusan dengan persoalan manusia. Di si­ni setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: mendengar, meng­ingat, melihat, memperhatikan (ayat 24,25). Tuhan rupanya adalah Allah yang per­­sonal, yang melibatkan diri secara pribadi. Dia empatik (turut merasakan) dan partisipatif (turut ambil bagian). Kita patut me­naikkan syukur karena boleh mengalami ke­hangatan pribadi Tuhan kita yang nyatanya begitu peka. Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan per­hatian dari Tuhan yang ber­se­ma­yam di surga.

Apakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jangan-jangan itu terjadi karena kita kurang peka akan kehadiran-Nya yang nyata di depan mata. Apabila demikian yang kita alami, co­ba­lah lakukan hal berikut di tengah kepedihan: arahkan segala se­du sedan kita hanya kepada Dia; dengan memanjatkan doa yang me­ng­antar kita ke pelukan-Nya; dengan membaca firman Tuhan hing­ga kita tahu apa yang Dia maksudkan dalam setiap peristiwa; de­ngan menyanyikan puji-pujian. Semuanya akan menghangatkan hati kita sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya —DKL

TUHAN YANG BERTAKHTA DI SURGA SUCI SESUNGGUHNYA ADALAH TUHAN YANG MEMBUMI

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *